text

Waspadalah sebelum anda memilih pekerjaan, seiring banyaknya info-info penipuan mengatasnamakan lowongan pekerjaan, info lebih lanjut silahkan anda kunjungi BERBAGI PENGALAMAN
Showing posts with label Kumpulan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Motivasi. Show all posts

Tujuh Keajaiban Dunia



Tujuh Keajaiban Dunia.

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari 'Tujuh Keajaiban
Dunia." Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar
apa yang mereka pikir merupakan 'Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang
pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya. Jadi. sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai
kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab,
"Ya. sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."
Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan
mungkin kami bisa membantu memilihnya."
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, 'Tujuh Keajaiban
Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan.
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk
melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban".
Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita,
kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan
tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda
.
Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia



Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia.

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan
tindakan anda pun jadi kerdil.
Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda
pun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara
dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah
mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar
kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan
kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita.Padahal dunia tak butuh
penilaian apa-apa dari kita. la hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat,
la menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi
dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.
Maka. bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap
diri sendiri. Melampaui di atas itu. kita perlu jujur melihat diri sendiri apa
adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini
tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Tidak Ada Yang Sia-Sia



Tidak Ada Yang Sia-Sia.

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada
tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman
buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda
melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok ke
sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.
Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan
wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati. bukan hanya
terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk
dipandang dengan mengerutkan alis.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke
laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan
muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan.
ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu. suatu saat panas dan
angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan
menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian
tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah
sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan
rumah anda?

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Temukan Cinta Anda



Temukan Cinta Anda.

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang
bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan,
pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-
rekan kerja anda. maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini
mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan
tugastugas dengan lebih baik lagi Bila toh anda juga tidak bisa
melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat
kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di
sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman
penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik
jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan
anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk
tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu
bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain
melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Singkirkan Prasangka



Singkirkan Prasangka.

Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka- prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan, la memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya.Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar. Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit



Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit.

Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi
bukit." Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen
demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun
sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat,
atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar
sekantung keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan
dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran
dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa
sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di
dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah,
atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja.
Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit
tabungan anda.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Satu Langkah Ke Depan



Satu Langkah Ke Depan.

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap
bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak
maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil
satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita
jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda
hanya termenung dan tidak bergerak.
Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan anda.Tidakkah
lebih memungkinkan bagi anda untuk mengambil langkah-langkah pendek
terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus.
Satu langkah kecil demi satu langkah kecil, asalkan anda tidak berhenti,
adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin
bergerak maju. Dan bukan berhenti.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sang Juara



Sang Juara.

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba
mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu. sebab, ini adalah
babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan
setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab,
memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia
termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya,
mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan
kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana
dan sedikit lampu kedip diatasnya. tentu tak sebanding dengan hiasan
mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan
itu semua, sebab,mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap
anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya.Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian. Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba
dimulai, la tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya
terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat. mereka mulai
mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak
mereka. Ahha. .sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun
telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya. semuanya senang,
begitu juga Mark. la berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. 'Terima
kasih." Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi
berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
la lalu melanjutkan. "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk
menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada
Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam
mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-
tangan yang memenuhi ruangan. ---------------------------------------------------------------
Renungan: Anak-anak tampaknya lebih
punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon
pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon
Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.
Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, la tak
berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark,
bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu
semua, la berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan
untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita
meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik,
menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada
Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan
mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,
tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa,
dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah
semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin. Tuhan memberikan
kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan
mudah menyerah. Sesungguhnya. Tuhan sedang menguji setiap hamba-
Nya yang shaleh. (adapted from irfan-seeds)

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sandal Kulit Sang Raja



Sandal Kulit Sang Raja.

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan
rakyatnya, la memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter
berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. la berpikir,
'Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus
memperbaikinya."
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana, la memerintahkan untuk
melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka
mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu. datanglah seorang
pertapa menghadap Maharaja, la berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka,
mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk
melapisi jalan-jalan di negeri ini. padahal sesungguhnya yang Paduka
perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki
Paduka saja."
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita
sebut "Sandal".
Renungan:
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi
tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara
pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan
mengubah dunia itu.
Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam
pikiran kita. kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan
sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada
orang lain yangterlibat disana, sebab, seringkali dalam pandangan kita,
dunia, adalah bayangan diri kita sendiri. Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu.
Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani
berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit. atau. melapisi hati kita
dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sahabat



Sahabat.

Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih
terbentang di sana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini.
Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari
persahabatan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu
berteman sepi; selalu mengerjakan apa pun sendiri. Memang pohon yang
menjulang tinggi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-
semak. Demikiankah hidup yang ingin anda jalani? Bukan. Jangan
kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan
merupakan bagian dari hidup anda. Binalah persahabatan. Anda akan
merasakan betapa kayanya hidup anda. Berbagi kesedihan pada sahabat,
mengurangi kesedihan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat,
memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang
berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda.
Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan beban anda. karena
di dalam persahabatan tidak ada perhitungan. Di sana anda belajar
menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-
hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan.
Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.
Wisdom Of The Day
Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu
mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu ialah
orang yang mendapatkan banyak teman tetapi
menyia-nyiakannya.
(Ali bin Abu Thalib)

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini