text

Waspadalah sebelum anda memilih pekerjaan, seiring banyaknya info-info penipuan mengatasnamakan lowongan pekerjaan, info lebih lanjut silahkan anda kunjungi BERBAGI PENGALAMAN
Showing posts with label Kumpulan Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Motivasi. Show all posts

Tujuh Keajaiban Dunia



Tujuh Keajaiban Dunia.

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari 'Tujuh Keajaiban
Dunia." Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar
apa yang mereka pikir merupakan 'Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini.
Walaupun ada beberapa ketidak-sesuaian, sebagian besar daftar berisi;
1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5) Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon
Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang
pelajar, seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas
kerjanya. Jadi. sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai
kesulitan dengan daftarnya.
Gadis pendiam itu menjawab,
"Ya. sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya."
Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan
mungkin kami bisa membantu memilihnya."
Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, 'Tujuh Keajaiban
Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi,
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan.
5) Bisa merasakan,
6) Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk
melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban".
Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita,
kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan
tentang segala hal yang betul-betul ajaib dalam kehidupan anda
.
Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia



Tindakan Kita Sebatas Kita Memandang Dunia.

Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan
tindakan anda pun jadi kerdil.
Namun, bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda
pun melakukan hal-hal penting dan berharga.
Tindakan anda adalah cermin bagaimana anda melihat dunia. Sementara
dunia anda tak lebih luas dari pikiran anda tentang diri anda sendiri. Itulah
mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar
kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan
kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiran kita.Padahal dunia tak butuh
penilaian apa-apa dari kita. la hanya memantulkan apa yang ingin kita lihat,
la menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi
dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri.
Maka. bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap
diri sendiri. Melampaui di atas itu. kita perlu jujur melihat diri sendiri apa
adanya. Dan, dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini
tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Tidak Ada Yang Sia-Sia



Tidak Ada Yang Sia-Sia.

Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik.
Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada
tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin saja anda mengalami pengalaman
buruk yang tak mengenakkan, maka keburukan itu hanya karena anda
melihat dari salah satu sisi mata uang saja. Bila anda berani menengok ke
sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda.
Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan
wajah yang ceria. Optimisme terletak di dalam hati. bukan hanya
terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk
dipandang dengan mengerutkan alis.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke
laut. Meski harus melalui anak sungai, selokan, kali keruh, danau dan
muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan.
ketika menunggu di samudra, setiap tetes air tahu. suatu saat panas dan
angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan
menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rerumputan, sebagian
tertampung dalam sumur-sumur. Sebagian kembali ke laut. Adakah
sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui di selokan
rumah anda?

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Temukan Cinta Anda



Temukan Cinta Anda.

Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang-orang yang
bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan,
pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan-
rekan kerja anda. maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini
mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan
tugastugas dengan lebih baik lagi Bila toh anda juga tidak bisa
melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat
kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di
sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda: tanaman
penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik
jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan
anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk
tetap bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu
bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain
melakukan dengan rasa cinta yang tulus.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Singkirkan Prasangka



Singkirkan Prasangka.

Ketika anda memandang suatu persoalan, tanggalkan prasangka- prasangka. Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan untuk berjalan, la memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya. Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya.Biarkan fakta yang tampak di hadapan anda terima apa adanya. Jangan biarkan prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Mungkin anda merasa aman dengan prasangka anda, namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang. Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda menemukan pandangan yang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih lebar. Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda. Bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda. Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati anda melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan pandangan hati sehingga anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit



Sedikit Demi Sedikit Lama-Lama Jadi Bukit.

Pepatah ini sederhana saja, "sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi
bukit." Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan sesen
demi sesen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi. Namun
sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat,
atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar
sekantung keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan
dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran
dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa
sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di
dalamnya. Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah,
atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja.
Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit
tabungan anda.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Satu Langkah Ke Depan



Satu Langkah Ke Depan.

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam keadaan tetap
bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak
maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
Dalam hidup kita sering merasa buntu hanya karena kita ingin mengambil
satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita
jadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, anda
hanya termenung dan tidak bergerak.
Sabar dan coba mundur sebentar. Perhatikan tantangan anda.Tidakkah
lebih memungkinkan bagi anda untuk mengambil langkah-langkah pendek
terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus.
Satu langkah kecil demi satu langkah kecil, asalkan anda tidak berhenti,
adalah cukup, karena anda masih memiliki hari esok dan masih ingin
bergerak maju. Dan bukan berhenti.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sang Juara



Sang Juara.

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba
mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu. sebab, ini adalah
babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan
setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab,
memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia
termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya,
mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan
kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana
dan sedikit lampu kedip diatasnya. tentu tak sebanding dengan hiasan
mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan
itu semua, sebab,mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap
anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
"pembalap" kecilnya.Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah diantaranya.
Namun, sesaat kemudian. Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba
dimulai, la tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya
terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat. mereka mulai
mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing. "Ayo..ayo...cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak
mereka. Ahha. .sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun
telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya. semuanya senang,
begitu juga Mark. la berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. 'Terima
kasih." Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi
berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Mark terdiam.
"Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Mark.
la lalu melanjutkan. "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk
menolongmu mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada
Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam
mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-
tangan yang memenuhi ruangan. ---------------------------------------------------------------
Renungan: Anak-anak tampaknya lebih
punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon
pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon
Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya.
Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, la tak
berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark,
bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu
semua, la berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga
Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan utuk berdoa pada Tuhan
untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita
meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik,
menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada
Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan
mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya,
tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?
Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa,
dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah
semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin. Tuhan memberikan
kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan
mudah menyerah. Sesungguhnya. Tuhan sedang menguji setiap hamba-
Nya yang shaleh. (adapted from irfan-seeds)

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sandal Kulit Sang Raja



Sandal Kulit Sang Raja.

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan
rakyatnya, la memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter
berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. la berpikir,
'Ternyata jalan-jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus
memperbaikinya."
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana, la memerintahkan untuk
melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik.
Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka
mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu. datanglah seorang
pertapa menghadap Maharaja, la berkata pada Maharaja, "Wahai Paduka,
mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk
melapisi jalan-jalan di negeri ini. padahal sesungguhnya yang Paduka
perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki
Paduka saja."
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita
sebut "Sandal".
Renungan:
Ada pelajaran yang berharga dari cerita itu. Untuk membuat dunia menjadi
tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala, kita harus mengubah cara
pandang kita, hati kita, dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan
mengubah dunia itu.
Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam
pikiran kita. kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan
sebagai milik kita sendiri, yang pemainnya adalah kita sendiri. Tak ada
orang lain yangterlibat disana, sebab, seringkali dalam pandangan kita,
dunia, adalah bayangan diri kita sendiri. Ya, memang, jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu.
Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani
berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit. atau. melapisi hati kita
dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Sahabat



Sahabat.

Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih
terbentang di sana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini.
Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari
persahabatan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu
berteman sepi; selalu mengerjakan apa pun sendiri. Memang pohon yang
menjulang tinggi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-
semak. Demikiankah hidup yang ingin anda jalani? Bukan. Jangan
kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan
merupakan bagian dari hidup anda. Binalah persahabatan. Anda akan
merasakan betapa kayanya hidup anda. Berbagi kesedihan pada sahabat,
mengurangi kesedihan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat,
memperkokoh kebahagiaan.
Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang
berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda.
Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan beban anda. karena
di dalam persahabatan tidak ada perhitungan. Di sana anda belajar
menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-
hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan.
Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.
Wisdom Of The Day
Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu
mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu ialah
orang yang mendapatkan banyak teman tetapi
menyia-nyiakannya.
(Ali bin Abu Thalib)

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Renungan



Renungan

Pada suatu sore yang lain. pria yang duduk didekat jendela menceritakan
tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua
tidak dapat mendengar suara parade itu. namun ia dapat melihatnya
melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua
itu dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi,
la mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah
meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi
sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang
jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia
bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti
kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala
sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang
diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk
bangun, la ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu.
Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua
keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke
jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata,
jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!
la berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat
teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua
pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu
menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta
bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup" kata perawat itu. Renungan :
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang
mendengarnya. Setiap kata. adalah layaknya pemicu, yang mampu
menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan
sesuatu. Kata-kata. akan selalu memacu dan memicu kita untuk
menggerakkan setiap anggota tubuh kita dalam berpikir, dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. Dan
kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata,
akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi,
bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam setiap langkah
manusia. Ujaran-ujaran yang bersemangat, tutur kata yang membangun,
selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang
mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang
lain. Menyampaikan keburukan, sebanding dengan setengah kemuraman,
namun, menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan
itu sendiri.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Rasa Sebuah Ketulusan



Rasa Sebuah Ketulusan.

Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda. dan memungut
sebatang pensil yang patah. Pintanya, "Boleh aku pinjam ini?" Anda yang
sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata. "Ambil saja." Setelah itu
anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman anda, pensil
patah itu amat berharga demi pengerjaan tugasnya.
Tahukah anda bagaimana "rasa" sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti
pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak
yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa. apalagi
untuk dirasa-rasakan. Ketulusan adalah rasa yang tak terasa,
sebagaimana anda menyilakan teman dekat anda mengambil pensil patah
anda. Tiada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan terima
kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semuanya lenyap dalam ketulusan.
Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti
pensil patah itu. Sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa saat kita
saling berbagi. Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada
keadaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun tampak bagai pena emas.
Jangan ingat-ingat perbuatan baik anda. Kebaikan yang anda letakkan
dalam ingatan bagaikan debu yang tertiup angin.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Paku



Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk
mengurangi kebiasaan marah sang anak. ayahnya memberikan
sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah
paku di pagar belakang setiap kali dia marah „.
Hari pertama anak itu telah memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia
marah ... Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati
bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya daripada memakukan
paku ke pagar.
Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa
mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia
memberitahukan hal ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan
agar dia mencabut satu paku untuk setiap hari dimana dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya
bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun
anaknya ke pagar. "Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi,
lihatlah lubang-lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama
seperti sebelumnya. "Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam
kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini... di hati
orang lain.
Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu
... Tetapi tidak peduli beberapa kali kamu minta maaf. luka itu akan tetap
ada ... dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Orang Yang Menghalangi Anda



Orang Yang Menghalangi Anda.

Bagaimana bila ada seseorang sedemikian ngotot menghalangi anda
mencapai sukses? Bagaimana bila orang itu juga yang selalu merintangi
anda di setiap usaha? Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu?
Bagaimana kalau orang itu selalu muncul sambil membawa segudang
alasan untuk menghalangi anda bertindak?
Bagaimana kalau ternyata orang itu adalah anda sendiri? Boleh jadi. Ada
kemungkinan, diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam
menghalangi sukses dan kegemilangan.
Pernahkah anda memergoki diri anda sendiri berkata "aku tidak mungkin
melakukan itu"...? Tidakkah suara kecil itu juga yang selalu merintangi
tujuan anda, dan membawa berjubel-jubel alasan bahwa ini-itu adalah
mustahil?
Keterbatasan yang anda miliki memang meminta anda untuk membatasi
diri. Tetapi keputusan tetap di tangan anda . Suara kecil itu silahkan bicara
apa saja.
Relakah anda dipenjara oleh keterbatasan1? Tentu tidak. Bayangkan apa
yang dapat anda capai bila anda 100% mendukung diri anda sendiri.
Nah silahkan berhenti berkhayal, dan mulailah kehidupan.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Nikmatilah Hidup Ini



Nikmatilah Hidup Ini.

Seberapa luas dunia yang anda ciptakan? Banyak orang hanya memiliki
dunia seluas meja tulisnya. Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin
sebesar gedung kantornya saja. Pandanglah keluar. Tebarkan pandangan
anda. Carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya matahari sore
menemani perjalanan pulang anda ke rumah. Dunia anda jauh lebih luas
dari yang anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya antara rumah
dan ruang kerja anda. Anda dianugerahi lautan, pegunungan, hutan, mata
air dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarilah bahwa semua ini tak
kalah berharganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu anda untuk tidak
melebur dengan keindahan yang tiada tara. Jangan ragu untuk
meninggalkan pekerjaan anda. Esok masih ada. Kecuali anda mau
menyesal karena di saat pandangan anda telah lamur, anda baru tersadar
akan keelokan alam ini.
Pekerjaan anda bisa menunggu. Namun umur anda takkan kembali.
Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda tak mungkin
mampu menghentikan atau melambatkannya. Selama waktu masih
tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran anda di bumi ini. Ketika
anda menyadari betapa berharganya itu semua, andapun menyadari
betapa berharganya anda yang mungil ini di alam semesta yang maha
luas ini. Kehadiran anda bagian dari alam ini. Hiduplah penuh
keseimbangan.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Motivasi Corner



Motivasi Corner

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih
keberhasilan. (Robert F. Kennedy)
Setiap pria dan wanita yang sukses adalah pemimpi-
pemimpi besar Mereka berimajinasi tentang masa
depan mereka, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal,
dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang
menjadi tujuan mereka. (Brian Tracy)
Percayalah pada keajaiban tapi jangan tergantung padanya.
(H. Jackson Brown.Jr)

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja



Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja.

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela
pipinya yang bulat, duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera
saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sudah menunggu
sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka
menu dan rasa bukan soal. yang terpenting adalah harganya yang luar
biasa murah.
Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga
sedemikian rendah. Lalu apa untungnya? Wanita itu terkekeh menjawab,
"Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun." Tapi bukankah ia bisa
menaikkan harga sedikit? Sekali lagi ia terkekeh. "Lalu bagaimana kuli-kuli
itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?"
katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas
truk pengantar mereka ke tempat kerja.
Ah! Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah
kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya,
sebagaimana wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan
hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak
runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak
keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah
demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah kesejahteraan
bagi sesama.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Merasakan Keindahan



Merasakan Keindahan

Bukalah mata anda. Apa yang anda lihat? Sekumpulan orang yang sibuk
berjalan dan bergumam tak menentu? Lihatlah wajah mereka? Wajah
yang muram, ketus? Raut muka yang curiga, atau bahkan tak
berekspresi? Namun, tidakkah anda perhatikan, ada seseorang yang
tersenyum kepada anda? Lihatlah sekali lagi. Coba, lebih teliti kali ini,
tidakkah anda melihat pohon-pohon yang melambai, menyampaikan
salam kepada anda?
Sekarang, konsentrasikan pendengaran anda. Apa yang anda simak?
Keriuhan? Bisik-bisik dan pergunjingan? Orang dengan HP yang berjibaku
dengan keberisikan? Orang yang mengumpat dan mencaci? Suara-suara
radio yang memekakkan telinga1? Tenang. Renungkan sejenak. Tidakkah
anda menyimak, ada senandung doa dari burung-burung kecil, yang
menyanyikan lagu pagi hari? Atau. sebuah irama dari serangga kecil yang
membisikkan lagu tidur di kala malam?
Lalu, tarik nafas anda dalam-dalam. Ada aroma yang memualkan?
Tenang. Hirup lagi lebih dalam. Berkonsentrasilah saat ini. Tidakkah anda
merasakan semerbak keharuman yang menyuburkan bunga-bunga?
Coba rasakan indera yang ada di kulit anda. Lembab1? Udara yang penat?
Tenang. Cobalah sekali lagi. Tidakkan anda pernah rasakan kesejukan
yang membuat anda nyaman. Rasakanlah kesejukan udara dingin itu.
Rasakan juga kehangatan udara yang hadir di saat terik. Rasakan,
kehangatan matahari yang menyinari layaknya selimut malam.
Teman, akan selalu ada keindahan dalam setiap gerak kita. Selalu ada
kesejukan dan kehangatan yang tercipta di sekitar kita. Fokuskan semua
indera itu pada kebaikan. Dan anda akan merasakan keindahannya.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Mempertaruhkan Hidup




Mempertaruhkan Hidup.

Di depan para muridnya, seorang guru menceritakan pengalaman
bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang Perang
Dunia II. Pada suatu hari, prajurit tersebut harus menerbangkan ratusan
pekerja rodi dari Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di
Myanmar.
Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk
menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para
pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan
uang dan harta yang melekat di badannya. Nah. semakin lama lantaran
tidak ada lagi yang dipertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya.
Yang kalah harus terjun ke luar pesawat tanpa menggunakan parasut.
Bayangkan!
"Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka!" teriak seorang murid
mendengar cerita tersebut. "Memang, benar," jawab Guru, 'Tapi dengan
begitu justru permainan menjadi semakin asyik!"
Kemudian ia melanjutkan bicara. "Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila
pernah mempertaruhkannya."

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini

Memberi Tanpa Pertimbangan



Memberi Tanpa Pertimbangan.

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda dengan niat untuk memberi.
Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata
anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa receh yang mungkin
tercecer di sana-sini. hanya untuk satu tujuan: diberikan. Apakah anda
sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi
memekakkan telinga. Atau. anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang
sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta. Tak peduli
bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain
sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada
mereka.
Barangkali ada rasa enggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring
dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan
dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang "berlatih"
memberi; mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?
Rasakan saja, kini sesuatu mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan
anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus
sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu
adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan
receh atau berlian yang anda berikan. Kemurahan itu tidak terletak di
tangan, melainkan di hati.

Referensi : Buku Andi Muzaki
Share by : http://semangat-cari-kerja.blogspot.com
Download Link : Di sini